Selasa, 23 November 2010

berita


Hasan Kurniawan - Okezone
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Koran SI)
TANGERANG- Kacaunya penerbangan Garuda ke sejumlah daerah menimbulkan kerugian sejumlah penumpang. Bukan hanya waktu, namun bisnis pun dapat terganggung akibat kekacauan penerbangan tersebut.

Seperti yang dialami Senior Manager Machinery Group Mitsubishi Corporation U Willy Rh. Dia mengaku harus berada di Balikpapan pada Selasa siang untuk menghadiri sebuah pertemuan penting.

"Rencana bisnis ini sangat penting. Saya itu pemimpin rombongan bisnis di Balikpapan dari lima negara yakni Afrika Selatan, Brazil, Jepang, Australia, Singapura, dan Indonesia tetapi saya tidak bisa hadir. Padahal, rombongan sudah mencarter pesawat selama di Balikpapan sebebar USD5.600," keluah Willy.

Ini diungkapkan Willy saat ditemui kepada okezone di terminal 2F, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (23/11/2010).

Hal menjengkelkan lainnya, Willy tidak mendapat pemberitahuan lebih awal terkait pembatalan jadwal pesawat hari ini. Bahkan saat meminta ganti rugi dan penjelasan lebih lanjut, dirinya mengaku sempat dipersulit.

"Saya kecewa banget, karena selama ini selalu menggunakan maskapai Garuda Indonesia untuk tujuan penerbangan dalam negeri. Seharusnya jika ingin menerapkan sistem baru disimulasikan terlebih dahulu jangan langsung seperti ini, membuat binggung penumpang. Mau sampai kapan!" tuturnya dengan nada tinggi.(kem)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar